Terus menjauh hingga kau mati tanpa ada yang tau.... itu yang kau mau?

Dalam diam harapnya melambung tinggi, agar semuanya berakhir disini
Entah lukanya memudar, atau jiwanya yang habis terbakar
"Keduanya tak masalah bagiku". Ucapnya dengan nafas sukar.


"Lagipula ia yang tak bicara takkan bisa bertahan lama"
"Bertukar pikiran terasa tak mungkin bila mereka enggan berbagi udara yang sama dengannya"
,,,,,,,
Satu menyalahkan tuk menyudutkan, sehingga yang lain membenarkan tuk menyembuhkan, semua itu hidup dalam pikirannya sendiri
,,,,,,,
"Jangan membela diri, kau tak pantas menilai apa yang tak nampak bagimu".
,,,,,,,
,,,,,,,
,,,,,,,
Sudahlah, hidup takkan berhenti dengan satu luka yang tertanam di jiwamu, cukup bertahan, menikam diri dengan ribuan kalimat penenang takkan membuat langit terlihat lebih indah.

Komentar

Mau baca lagi?

Ia yang selalu berdiri kokoh di depanku

Kemana langkahmu pergi?

Ada Apa Dengan Nasi Emak: Sebuah Kisah Romansa