Postingan

Hari baru cerita baru

There's always a time when i have to HOLD everything back.

IF ONLY I CAN FIX THIS "ONE THING"... THEN I CAN FIX EVERYTHING. "Tak semua yang kau rasa itu nyata", kalimat yang selalu gue paksa diri gue buat percaya dikala rasa itu mulai menyiksa. Awalnya gue gamau cerita ke siapapun perihal masalah ini, karena gue yakin bisa cari solusinya sendiri. Masalah ini sebenernya kecil secara skala, tapi efek domino-nya yang punya daya rusak yang besar. Kalo gabisa diselesaiin dalam waktu dekat? kehidupan sosial gue hancur. And that's already happen. I can't make friends. And those people around me now.. i feel like they're stuck with me. Can i fix this? ofc i can. Even tho i already try a lotta things to solve this, i haven't tried everything right? I'm tired. Gue selalu ngerasa dari awal, kalo gue gabisa solve masalah ini, gue bakal kehilangan banyak hal, dan itu terbukti selama 4 semester gue di kuliah, kacau. Sebenernya sih masih ada secerca harapan di diri gue kalo sebenernya "masalah" ini tuh sebene...

Bad day they say

Gambar
  "Ini perasaan gw aja atau hari ini terasa lebih berat dari biasanya ya?" 19/02/2025 (lupa di post, udah lewat 3 bulan...) Jangankan mengumpati hari, menghela nafas tanda lelah pun terasa sulit untuk gw di penghujung malam. Gw sering ngeluh kok, apalagi kalo ada kejadian yang bikin ga mood seharian (contohnya ketemu tukang parkir di indomaret). Tapi berbagai kejadian kemarin berhasil bikin gw menghela nafas panjang sembari menerka ulang apa kesalahan yang gw lakuin sampe bisa terjadi banyak hal "kurang baik" dalam 1 hari yang sama. Biar ga kelamaan, langsung aja masuk ke kronologi nya: Diawali dengan gw bangun pagi (banget) karena hari itu gw ada kelas pagi jam 7. Mengingat kelas gw sepagi itu, pastinya gw gabisa tidur lagi dong abis subuh, tapi entah karena gw kedinginan karena kipas kesayangan gw yang kencengnya ga karuan itu atau karena badan gw yang sebenernya menolak kelas pagi, alhasil gw berangkat ke kampusnya telat karena ketiduran. Dengan baju yang ga dise...

Terus menjauh hingga kau mati tanpa ada yang tau.... itu yang kau mau?

Gambar
Dalam diam harapnya melambung tinggi, agar semuanya berakhir disini Entah lukanya memudar, atau jiwanya yang habis terbakar "Keduanya tak masalah bagiku". Ucapnya dengan nafas sukar. "Lagipula ia yang tak bicara takkan bisa bertahan lama" "Bertukar pikiran terasa tak mungkin bila mereka enggan berbagi udara yang sama dengannya" ,,,,,,, Satu menyalahkan tuk menyudutkan, sehingga yang lain membenarkan tuk menyembuhkan, semua itu hidup dalam pikirannya sendiri ,,,,,,, "Jangan membela diri, kau tak pantas menilai apa yang tak nampak bagimu". ,,,,,,, ,,,,,,, ,,,,,,, Sudahlah, hidup takkan berhenti dengan satu luka yang tertanam di jiwamu, cukup bertahan, menikam diri dengan ribuan kalimat penenang takkan membuat langit terlihat lebih indah.

Kemana langkahmu pergi?

Kemana langkahku pergi.....Slalu ada bayangmu - Alm. Chrisye (terkurung di bawah bayang-bayang nada yang semakin terdengar indah setiap harinya) Udah lebih dari setengah tahun sejak gue ninggalin kampung halaman. Dengan membawa beberapa barang, sejumlah uang, dan keberanian yang dipupuk selama bertahun2, gue pergi berkelana mencari sebab hidup. Ujung pulau jawa jadi tempat yang gue pilih dari beberapa opsi yang ada sebelumnya. Lantas apa yang gue dapetin dari beberapa bulan disini? 3 semester udah berlalu, banyak hal-hal yang gue temukan disini, disertai tidak sedikitnya kejadian unik yang mungkin akan selamanya gue kenang dalam perjalanan gue menemukan sebab hidup itu. Tapi satu hal yang jadi pertanyaan di benak gue sekarang: "Sebenernya gue mau kemana sih? Apakah yang selama ini gue lakuin beneran udah sesuai sama apa yang gue rencanain? Atau bahkan apakah gue beneran punya rencana kedepannya?". Terdengar overthinking , tapi gue rasa itu pertanyaan umum yang dirasakan sama ...