Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Kemana langkahmu pergi?

Kemana langkahku pergi.....Slalu ada bayangmu - Alm. Chrisye (terkurung di bawah bayang-bayang nada yang semakin terdengar indah setiap harinya) Udah lebih dari setengah tahun sejak gue ninggalin kampung halaman. Dengan membawa beberapa barang, sejumlah uang, dan keberanian yang dipupuk selama bertahun2, gue pergi berkelana mencari sebab hidup. Ujung pulau jawa jadi tempat yang gue pilih dari beberapa opsi yang ada sebelumnya. Lantas apa yang gue dapetin dari beberapa bulan disini? 3 semester udah berlalu, banyak hal-hal yang gue temukan disini, disertai tidak sedikitnya kejadian unik yang mungkin akan selamanya gue kenang dalam perjalanan gue menemukan sebab hidup itu. Tapi satu hal yang jadi pertanyaan di benak gue sekarang: "Sebenernya gue mau kemana sih? Apakah yang selama ini gue lakuin beneran udah sesuai sama apa yang gue rencanain? Atau bahkan apakah gue beneran punya rencana kedepannya?". Terdengar overthinking , tapi gue rasa itu pertanyaan umum yang dirasakan sama ...

Lautan Rindu

Berjalan tertatih menuju dirimu Kian merintih melihatmu lari menjauh Raga tak lagi mampu, aku pun terjatuh Cukup tuk buatku tersadar aku tak punya hak untuk mengeluh   Merangkak pun aku tak punya tenaga Terpuruk, rapuh tanpa suara Hujan turun deras seakan tau apa yang ku rasa Ia tenggelamkan tangis ku yang tak kalah kuat suaranya   Kata terakhirmu masih kugenggam erat Walau hati tlah membiru karena rindu semakin berat Teringat suara lembut mu, tubuhku terguncang hebat Maka untuk kembali mencarimu bukanlah pilihan yang tepat   Tatapan mu yang dulu buat hatiku berdegup cepat Namun kini hanya tersisa kenangan berwarna sendu Kau yang paling tau tanpa mu aku tersesat Lalu mengapa kau biarkan aku tenggelam di lautan rindu ?

Cahayanya kembali terang, sebuah pertanda?

Gambar
Sekali lagi tentang harapan yang setiap saatnya kusemogakan Takkan pernah berakhir. Semua doa, langkah, dan perayaan-perayaan kecil dari setiap hal yang membantuku melangkah lebih jauh menggapai hal itu. Yang semua terasa jauh (bahkan sulit bagiku tuk melihatnya), kini terasa nyata kurasa kehadirannya tuk menjemputku kembali ke atas panggung yang megah itu. Tuhan... Izinkanku tuk menata nada, menyusun aksara, menumpahkan rasa beriringan dengan petikan indah yang penuhi ruangan kala itu. Izinkanku melakukannya sekali lagi, atau dua kali lagi, atau SELAMANYA. Kali ini aku takkan sekadar menunggu. Kali ini aku takkan melewatkan sedetikpun kesempatan yang engkau beri. Pertama kali dalam hidup, aku merasa menginginkan sesuatu, jangan biarkanku hidup dalam penyesalan... Tidak. jangan biarkan DIRIMU hidup dalam penyesalan. Jika semula kaulah rintangnya, kini kumau kau mengambil peran kembali, berpihaklah pada dirimu sendiri, wujudkan mimpi besar yang tertanam di hati kecilmu itu. Believe me, ...