Ia yang selalu berdiri kokoh di depanku
18 tahun hidup bersama dan hanya sedikit yang kutau tentangnya
Sosok yang selama 17 tahun menjadi penunjuk arah jalan hidupku walaupun bahkan ia tak sadar akan hal itu, aku sendiri yang menghendaki.
Sosok yang selama 17 tahun selalu jadi pribadi yang kutunggu kehadirannya walapun kurasa ia tak rasakan hal yang sama, masih aku yang menghendaki.
Sosok yang selama 17 tahun menjadi tempatku menaruh semua canda, tawa, dan cerita setiap harinya. Selalu aku yang menghendaki.
Sejak dulu selalu terpikirkan olehku, tentang apa yang ada di pikirannya, apa yang menjadi beban di hatinya, sampai apa yang sebenarnya ia inginkan dalam hidupnya. Bahkan hingga kini, semua pertanyaan itu belum pernah terjawab olehnya, selalu tertutup sifatnya yang sedingin es itu.
Ia pribadi yang kuat, sampai² ia menahan semuanya sendirian. ( ia tak pernah minta bantuan kepadaku)
Ia pribadi yang sabar, sampai² ia menerobos pintu yang sebenarnya tak pernah ia ingin masuki. (Ia tak pernah menyampaikan keinginannya, atau bahkan sekadar bercerita)
Ia pribadi yang pandai, sampai² ia dengan mudahnya mengelabuhi semua orang atas gundah hatinya. (Ia berlagak semua baik, tapi laku-nya berkata sebaliknya)
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kau pasti tau" Tanya semua orang padaku.
Ya, aku adik satu²nya yang ia punya. Aku adik satu²nya yang seharusnya tau atau setidaknya mengerti akan masalah yang ia hadapi. Setidaknya itu yang mereka tau.
Jika dulu aku tak begitu mengenalnya, kini rasanya seperti aku tak mengenalnya sama sekali.
Jika dulu aku melihatnya berdiri gagah di depanku, kini aku bahkan tak tau dimana ia bersembunyi.
Sepertinya butuh banyak sekali waktu untuk mengenalnya kembali, sebelum kelak bertemu dengannya dapat kuhitung menggunakan jari.
Hei, percayalah, menjauh dari yang selama ini menghidupimu selamanya bukan pilihan yang tepat. Aku tak pernah sekalipun mau mencoba menggurui. Tapi kali ini, tolong dengarkan celotehan adik kecilmu ini. Ia juga khawatir asal kau tau.
Setidaknya beri mereka sedikit kabar tentangmu, mereka hanya ingin tau apa yang menyulitkan putra kecil mereka disana, sesederhana itu, apakah sesulit itu untukmu?
Kembali jadi sosok gagah yang berdiri di depanku ya? Atau izinkanku ikut berdiri di sampingmu.
Sudah cukup lama kita berbagi tawa, apa salahnya kali ini kita berbagi luka?
Aku merindukan sosokmu yang seperti itu!!
(Mungkin kau akan merasa ini menggelikan, tapi kau juga tau persis adikmu selalu mengandalkan perasaannya dalam melangkah, maka ini juga tentang apa yang ia rasa).

Komentar
Posting Komentar